"FEUIA..... SOLID TEAM.... "
Kesempurnaan Hanya Milik Alloh SWT
Jumat, 09 Maret 2012
Rabu, 07 Maret 2012
CARGO TIME....
Rutinitas harian selama berhaji, pastinya perjalanan dari apartemen sampai Masjidil Haram. Jarak antara apartemen ke Masjid sekitar 1,2 km, lumayan jauh bagi yang tidak terbiasa jalan. Ternyata menurut informasi teman sesama Jama'ah, ada yang jarak apartemen ke Masjid lebih dari 2 km. Subhanalloh... Jadi 1,2 km masih saja kita syukuri... Karena ternyata masih ada yang lebih jauh lagi... Alhamdulillah....
Bila memungkinkan dan lagi fit kondisi badan, kita berjalan ramai-2 menuju Masjid. Di sepanjang perjalanan banyak toko-2 yang menjual berbagai macam oleh-2. Juga banyak pedagang kaki lima, yang rata-2 orang kulit hitam.
Tapi pesan bu Ustadzah "belanjalah setelah ritual ibadah Haji selesai semua". Karena pada waktu itu, jama'ah meninggalkan apartemen untuk menginap di Mina. Apabila kita meninggalkan banyak barang di apartemen dalam kondisi kosong, takut mengganggu kekhusyukan ibadah.
Dalam penerbangan, ada batas maksimum barang bawaan untuk bagasi. Kopor batas maksimumnya 30 kg (Saudi Arabia Airlines) dan 32 kg (Garuda Airlines).
Karung dan tali tambang bisa dengan mudah kita peroleh di toko-2 depan Apartemen....
Di Makkah, perkilogram biaya pengiriman 8 real (1 Real = Rp. 2.500), dengan minimal pengiriman 20 kg.
Sampainya barang di Indonesia, memang tidak sesuai dengan yang dijanjikan cargo. Menurut mereka 2 minggu sudah sampai di antar ke rumah. Tapi kenyataannya molor juga.. Bisa dimaklumi, memang yang diurus orang banyak, dan pastinya penerbangan penuh pada musim Haji. Yang terpenting, barang kita selamat sampai rumah, walau akhirnya karena sudah tidak sabar menunggu, kita mengambil sendiri barang kita ke agen..
Anis Lutfiati
Pengalaman pribadi
Foto-2 koleksi pribadi
Minggu, 04 Maret 2012
JERUK PURUT
Pohon jeruk purut, yang kita tahu daunnya bisa dipakai bumbu masak yang menambah harum dan lezat masakan kita. Untuk bumbu sayur lodeh, soto, rawon, rempeyek, dan masih banyak lagi masakan yang lain...
Menurut Wikipedia
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Jeruk rempah ini termasuk ke dalam subgenus Papeda, berbeda dengan jenis jeruk pasaran lainnya, sehingga penampilannya mudah dikenali.
Pohonnya termasuk pohon perdu, dengan ranting yang berduri. Daun berbentuk khas, seperti dua helai yang tersusun vertikal, tebal dan permukaannya licin agak berlapis malam. Buahnya tidak terlalu besar, dengan permukaan kulit berkeriput dan kasar. Kulit buahnya tebal. Untuk memperbanyak pohon jeruk purut, bisa dilakukan dengan biji dan pencangkokan.
Beberapa wewangian ternyata juga memakai minyak jeruk purut (diperoleh dari daun atau kulit buahnya) sebagai komponennya. Karakteristik minyak daunnya terutama didominasi oleh minyak atsiri (-)-(S)-citronelal(80%), sisanya adalah citronelol (10%), nerol dan limonena.
Beberapa wewangian ternyata juga memakai minyak jeruk purut (diperoleh dari daun atau kulit buahnya) sebagai komponennya. Karakteristik minyak daunnya terutama didominasi oleh minyak atsiri (-)-(S)-citronelal(80%), sisanya adalah citronelol (10%), nerol dan limonena.
Jeruk purut adalah istimewa karena pada jeruk-jeruk lainnya yang mendominasi adalah enantiomernya, (+)-(R)-citronelal (juga dapat ditemukan pada serai). Kulit buahnya memiliki komponen yang serupa dengan kulit buah jeruk nipis, dengan komponen utama adalah limonena dan β-pinena.
Nama ilmiah yang dipakai (Citrus hystrix) berarti "jeruk landak", mengacu pada duri-duri yang dimiliki batangnya.
Anis Lutfiati Fatah
Foto-2 koleksi pribadi
Kamis, 23 Februari 2012
Rabu, 22 Februari 2012
PERGI HAJI (BAGIAN I)
HAJI 2011......
Kupenuhi Panggilan Engkau……
Wahai Allah.....
24 Oktober 2011 – 4 Desember 2011
لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الØÙ…د ونعمة لك والملك لا شريك لك
Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk, Laa Syariikalak….
DARI MAKKAH MENUJU MINA
Tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah). sebelum Subuh, jama'ah meninggalkan Maktab (Jarwal Taysir, tempat kami menginap). Dengan mengendarai bus yang sudah dicharter, kami menuju ke Mina. Di perjalanan, kami berhenti di salah satu Masjid untuk Sholat Subuh. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Mina untuk melaksanakan mabit/bermalam di Mina.
ALHAMDULILLAAH...... Kami mendapat tenda di Mina, bisa bergabung dengan jatah jama'ah ONH Plus, tentunya dengan biaya tambahan untuk menyewanya. Dari tenda kami, ke tempat Jamarat kurang lebih 200m. Anugerah dari Alloh SWT yang perlu kami syukuri....
Makanan berlimpah... dengan menu Asia... Cocok dengan lidah Indonesia. Alhamdulillahh.......... Cateringnya dari Asia, ada beberapa pegawainya berasal dari Indonesia, yang kita temui beberapa diantaranya orang asli Madura.
Tenda kami lumayan luas, jama'ah bisa terus sholat berjama'ah... bahkan... tetangga tenda ada yang bergabung untuk Sholat berjama'ah. Sholat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Subuh, dilaksanakan dengan meng-qoshor tanpa dijama'.
Tenda di Mina, dilenkapi terpal penyekat antar ruangan (yang katanya tahan api), kondisinya sudah sedikit kotor. Perlu dimaklumi, karena kalau bukan musim Haji, sekat digulung dan seperti kota mati. Hanya beberapa peziarah Umroh (di luar musim Haji) yang berziarah, dan itupun biasanya tidak turun dari kendaraan, hanya melintas sebentar.
Lantai tenda, dialasi karpet yang rata-2 karpetnya berwarna merah. Tidur dengan menggunakan kasur busa, dengan seprei masing-2.... Tenda Mina full AC khas padang pasir.... Dingin dan kencang... Yang tidak kuat, bisa masuk angin.... he...he... Sehingga jama'ah sibuk mengatur aliran AC, dibuat senyaman mungkin.. Dengan "remote AC" hasil kreatifitas jama'ah.... he...he...
WUKUF DI ARAFAH
Tanggal 9 Dzulhijjah ba'da Shubuh, jama'ah menuju Arafah dengan mengendarai bus sewaan. Di Arafah, tempat jama'ah melaksanakan Wukuf, yang dimulai dari tergelincir matahari (Dhuhur) sampai dengan terbenam matahari (Maghrib).
Seteleh berputar-2 beberapa kali... Akhirnya kami menemukan tempat yang nyaman dan dekat toilet...
Tempatnya lumayan nyaman... Dan, tanpa kita sadari, sangat dekat dengan truk trailer yang menyediakan makanan gratis... Alhamdulillah.....
Sementara bapak-2 memasang tenda untuk pelaksanaan Wukuf... Karena cuaca lumayan terik... Ibu-2 menunggu di dalam bus....
Wukuf di Padang Arafah merupakan salah satu rukun Haji, makanya tidak sah haji tanpa Wukuf.. Rasulullah bersabda :
"Haji itu Arafah"
(HR. Abu Daud dan Tarmidzi)
Jama'ah Haji hendaknya pada hari itu menghabiskan waktu untuk bertasbih, berdzikir, beristighfar, bertahlil, bertahmid dan menghadap Allah SWT dengan penuh khusyu'. Juga bersungguh-sungguh dalam berdo'a untuk dirinya sendiri, keluarga, anak cucunya dan saudara-2 sesama umat Islam...
Dari Aisyah ra, bahwasannya Nabi SAW bersabda :
"Tiada hari lebih banyak Allah membebaskan hamba_Nya dari api neraka, kecuali pada hari Arafah"
Pada hari Arafah, jama'ah Haji disunnahkan untuk berdiam diri di Masjid Namirah, apabila memungkinkan... Tetapi apabila tidak memungkinkan, hendaknya dilakukan dimana saja, yang penting masih dalam batas-2 Padang Arafah...
Langganan:
Postingan (Atom)



























































